Minggu, 11 November 2012

Cara Membuat Database Dalam WYSIWYG


Alat Login menggunakan file database pada server untuk menyimpan informasi pengguna. Data akan disimpan dalam sebuah file teks dipisahkan koma. Password akan hashed menggunakan md5 sehingga mereka akan aman disimpan.

Alat login berikut akan menggunakan file database:
· Admin
· Ubah Password
· Masuk
· Password Recovery
· Pendaftaran

Catatan:
Anda harus menetapkan nama database yang sama untuk semua alat masuk!

Bagaimana cara otomatis membuat database pengguna di server?
Semua benda yang disebutkan di atas memiliki tombol di jendela properti mereka disebut 'Buat database'.

1. Klik 'Buat database'

2. Masukkan nama untuk database, misalnya 'usersdb.php'. Klik Next.

3. Pilih lokasi di mana Anda mempublikasikan akan mempublikasikan website ini untuk. Klik Next.

Catatan:
Jika Anda tidak melihat lokasi publish, maka anda harus menambahkannya pertama di jendela Publish! Anda hanya dapat membuat database pengguna pada server FTP.

4. Wizard akan membuat koneksi dengan server dan menunjukkan struktur folder.

5. Pilih folder dimana database harus dibuat.

6. Klik 'Finish' untuk membuat file.
WYSIWYG Web Builder otomatis akan mengubah izin dari file sehingga itu menulis diaktifkan, pengguna begitu baru dapat ditambahkan.
Ini mungkin berguna untuk memeriksa apakah file tersebut sucesfully diciptakan oleh loggin ke akun web Anda dan memeriksa izin.

Harus ada pilihan di panel web hosting Anda kontrol untuk mengatur hak akses menulis. Jika tidak ada, Anda mungkin dapat menghubungi layanan web hosting dan meminta izin untuk menulis kode PHP.

Bagaimana cara manual membuat database pengguna di server?
Sebuah database pengguna pada dasarnya hanya sebuah file teks di server. Jadi jika karena alasan apapun petunjuk di atas gagal, Anda dapat mencoba untuk meng-upload file secara manual sendiri.

1. Buka notepad atau editor teks lainnya biasa dan membuat file kosong bernama 'usersdb.php'.

2. Upload file ke folder yang sama dengan halaman yang dilindungi. Untuk meng-upload file Anda dapat menggunakan kemudian built-in tool FTP atau aplikasi FTP lainnya.

3. Setelah file telah di-upload Anda harus mengubah hak akses sehingga script PHP dapat menulis data untuk itu. Izin yang benar adalah 757 atau 777.

4. Atau Anda dapat menggunakan alat transfer file dari panel kontrol host Anda. Harus ada pilihan di panel web hosting Anda kontrol untuk mengatur hak akses menulis. Jika tidak ada, Anda mungkin dapat menghubungi layanan web hosting dan meminta izin untuk menulis file.

Menggunakan database MySQL untuk menyimpan informasi pengguna (untuk pengguna tingkat lanjut!) Sebagai alternatif untuk database pengguna teks biasa Anda juga dapat memilih untuk menyimpan pengguna dalam database MySQL.
Setiap benda memiliki kategori MySQL database khusus, di mana Anda dapat mengkonfigurasi properti dari database MySQL.
Namun sebelum Anda dapat menggunakan opsi ini Anda harus membuat tabel di server.

1. Login ke utilitas administrator MySQL.

2. Buat tabel PENGGUNA:

CODE: SELECT ALL
CREATE TABLE `USERS` (
`id` int(10) NOT NULL auto_increment,
`username` varchar(50) collate latin1_german1_ci NOT NULL,
`fullname` varchar(75) collate latin1_german1_ci NOT NULL,
`password` varchar(50) collate latin1_german1_ci NOT NULL,
`email` varchar(75) collate latin1_german1_ci NOT NULL,
`active` tinyint(1) NOT NULL,
PRIMARY KEY  (`id`)
) ENGINE=MyISAM AUTO_INCREMENT=1 DEFAULT CHARSET=latin1 COLLATE=latin1_german1_ci;


3. Anda dapat mengkonfigurasi pengaturan MySQL dalam sifat dari alat login.

Apa yang harus dilakukan jika alat masuk tidak bekerja?
1. Verifikasi jika database pengguna yang berhasil dibuat.

2. Pastikan bahwa database pengguna telah menulis perizinan.

3. Pastikan telah menciptakan pengguna dengan menggunakan obyek admin.

Alat login tidak akan bekerja jika database pengguna tidak dapat dibuat karena pembatasan permisson pada server. Harap verifikasi bahwa database pengguna adalah menulis diaktifkan!


Silakan dilanjutin...

Jumat, 09 November 2012

Garis Besar Pembuatan Robotika


Secara garis besar, tahapan pembuatan robot dapat dilihat pada gambar berikut:


Ada 3 tahap pembuatan robot , yaitu:
  1. Perencanaan, meliputi: pemilihan hardware dan design.
  2. Pembuatan, meliputi pembuatan mekanik, elektonik, dan program.
  3. Uji coba.
1. TAHAP PERENCANAN
Dalam tahap ini, kita merencanakan apa yang akan kita buat, sederhananya, kita mau membuat robot yang seperti apa? berguna untuk apa? Hal yang perlu ditentukan dalam tahap ini:
  • Dimensi, yaitu panjang, lebar, tinggi, dan perkiraan berat dari robot. Robot KRI berukuran tinggi sektar 1m, sedangkan tinggi robot KRCI sekitar 25 cm.
  • Struktur material, apakah dari alumunium, besi, kayu, plastik, dan sebagainya.
  • Cara kerja robot, berisi bagian-bagian robot dan fungsi dari bagian-bagian itu. Misalnya lengan, konveyor, lift, power supply.
  • Sensor-sensor apa yang akan dipakai robot.
  • Mekanisme, bagaimana sistem mekanik agar robot dapat menyelesaikan tugas.
  • Metode pengontrolan, yaitu bagaimana robot dapat dikontrol dan digerakkan, mikroprosesor yanga digunakan, dan blok diagram sistem.
  • Strategi untuk memenangkan pertandingan, jika memang robot itu akan diikutkan lomba/kontes robot Indonesia/Internasional.
2. TAHAP PEMBUATAN
Ada tiga perkerjaan yang harus dilakukan dalam tahap ini, yaitu pembuatan mekanik, elektronik, dan programming. Masing-masing membutuhkan orang dengan spesialisasi yang berbeda-beda, yaitu:
  • Spesialis Mekanik, bidang ilmu yang cocok adalah teknik mesin dan teknik industri.
  • Spesialis Elektronika, bidang ilmu yang cocok adalah teknik elektro.
  • Spesialis Programming, bidang ilmu yang cocok adalah teknik informatika.
Jadi dalam sebuah tim robot, harus ada personil-personil yang memiliki kemampuan tertentu yang saling mengisi. Hal ini diperlukan dalam membentuk Tim Kontes Robot Indonesia (KRI) atau Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI). Bidang ilmu yang saya sebutkan tadi, tidak harus diisi mahasiswa/alumni jurusan atau program studi tersebut, misalnya boleh saja mahasiswa jurusan teknik mesin belajar pemrograman.
Untuk mengikuti lomba KRI/KRCI dibutuhkan sebuah tim yang solid. Tetapi buat Anda yang tertarik membuat robot karena hobby atau ingin belajar, semua bisa dilakukan sendiri, karena Anda tidak terikat dengan waktu atau deadline. Jadi Anda bisa melakukannya dengan lebih santai.
Pembuatan mekanik
Setelah gambaran garis besar bentuk robot dirancang, maka rangka dapat mulai dibuat. Umumnya rangka robot KRI terbuat dari alumunium kotak atau alumunium siku. Satu ruas rangka terhubung satu sama lain dengan keling alumunium. Keling adalah semacam paku alumunium yang berguna untuk menempelkan lembaran logam dengan erat. Rangka robot KRCI lebih variatif, bisa terbuat dari plastik atau besi panjang seperti jeruji.
Pembuatan sistem elektronika
Bagian sistem elektronika dirancang sesuai dengan fungsi yang diinginkan. Misalnya untuk menggerakkan motor DC diperlukan h-brigde, sedangkan untuk menggerakkan relay diperlukan saklar transistor. Sensor-sensor yang akan digunakan dipelajari dan dipahami cara kerjanya, misalnya:
  1. Sensor jarak, bisa menggunakan SRF04, GP2D12, atau merakit sendiri modul sensor ultrasonik atau inframerah.
  2. Sensor arah, bisa menggunakan sensor kompas CMPS03 atau Dinsmore.
  3. Sensor suhu, bisa menggunakan LM35 atau sensor yang lain.
  4. Sensor nyala api/panas, bisa menggunakan UVTron atau Thermopile.
  5. Sensor line follower / line detector, bisa menggunakan led & photo transistor.
Berikut ini gambar sensor ultrasonik, inframerah, UVTron, dan kompas:
Pembuatan sistem elektronika ini meliputi tiga tahap:





  • Design PCB, misalnya dengan program Altium DXP.
  • Pencetakan PCB, bisa dengan Proboard.
  • Perakitan dan pengujian rangkaian elektronika.

  • Pembuatan Software/Program
Pembuatan software dilakukan setelah alat siap untuk diuji. Software ini ditanamkan (didownload) pada mikrokontroler sehingga robot dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.


Tahap pembuatan program ini meliputi:
  1. Perancangan Algoritma atau alur program
    Untuk fungsi yang sederhana, algoritma dapat dibuat langsung pada saat menulis program. Untuk fungsi yang kompleks, algoritma dibuat dengan menggunakan flow chart.
  2. Penulisan Program
    Penulisan program dalam Bahasa C, Assembly, Basic, atau Bahasa yang paling dikuasai.
  3. Compile dan download, yaitu mentransfer program yang kita tulis kepada robot.
3. UJI COBA
Setelah kita mendownload program ke mikrokontroler (otak robot) berarti kita siap melakukan tahapan terakhir dalam membuat robot, yaitu uji coba. Untuk KRCI, ujicoba dilakukan pada arena seluas sekitar 4×4 meter dan berbentuk seperti puzzle. Dalam arena KRCI ini diletakkan lilin-lilin yang harus dipadamkan oleh robot cerdas pemadam api. Contoh gambar robot pemadam api ted larson dan arena Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI).



Untuk lomba robot KRI, dibutuhkan ruangan yang lebih besar, yaitu sekitar 15×15 meter.
Karya : Teguh Junianto
Silakan dilanjutin...

Minggu, 04 November 2012

membuat robot line follower

membuat robot line follower

Robot line follower, adalah sebuah robot yang bisa bergerak mengikuti garis tebal berwarna hitam. Bagaimana bisa robot ini mengikuti garis hitam? Tentulah diperlukan sebuah sensor, yaitu sensor proximity. Sensor ini bisa kita buat sendiri. Prinsip kerjanya sederhana, hanya memanfaatkan sifat cahaya yang akan dipantulkan jika mengenai benda berwarna terang dan akan diserap jika mengenai benda berwarna gelap. Sebagai sumber cahaya kita gunakan LED (Light Emiting Diode) yang akan memancarkan cahaya merah dan untuk menangkap pantulan cahaya LED kita gunakan photodiode. Jika sensor berada diatas garis hitam maka photodioda akan menerima sedikit sekali cahaya pantulan. Tetapi jika sensor berada diatas garis putih maka photodioda akan menerima banyak cahaya pantulan.
Unduh Tutorialnya sekarang di — > Download NOW Silakan dilanjutin...